Selasa, 20 Juli 2010

Mesin Diesel Kapal (Marine Diesel Engine)


Banyak orang bertanya, apa perbedaan antara Mesin Diesel kapal ( Marine engine ) dengan Mesin Diesel yang dipakai didaratan ( konvensional ). Kenapa untuk melayani operasional, perawatan dan perbaikan - perbaikan kecil mesin - mesin diesel kapal, para masinisnya ( Engineer ), ada yang setingkat D3 ( ATT III ), S1 ( ATT II ), bahkan ada yang setara dengan S2 ( ATT I / M,Mar Eng ). Sementara mesin - mesin diesel di daratan cukup dilayani oleh tamatan SMK s/d D3 Permesinan saja. Prinsip kerja mesin diesel baik di darat maupun di kapal - kapal sama saja, tak ada perbedaan yang signifcan. Sedangkan letak perbedaannya, antara lain ada pada :
I. Material.
Material mesin - mesin diesel kapal ( Marine engine ) dibuat lebih tangguh dari pada mesin - mesin yang ada didarat, agar tidak mudah mengalami kerusakan / keropos bila bersinggungan dengan air laut yang mempunyai kadar garam sangat tinggi dan mengandung unsur - unsur mineral dan biota laut perusak lainnya. Untuk mengantisipasi terjadinya hal - hal yang demikian, maka di lakukan tindakan - tindakan sebagai berikut :

1. Melakukan pengecatan " Anti Faulant ", memasang Zink Anode pada sea chest air laut masuk dan pada cooler-cooler mesin untuk mencegah pengkeroposan material.
2. Memasang system dosis Alkytrimethylene Diamenes, suatu cairan Anti faulant Marine Chemical Corrosive Liquid Basic Organic, sebelum pendistribusian air laut dari sea chest kepemakaian Sedangkan mesin-mesin diesel di darat tidak pernah mengalami hal - hal seperti ini.

II. Operasional mesin.
Selama pengoperasiannya ( Engine running ), mesin-mesin diesel darat hanya mendapat getaran dari mesin itu sendiri ( internal vibration ), tidak pernah menerima getaran dari luar ( external vibration ), kecuali bila terjadi gempa bumi. Tidak demikian halnya dengan Marine engine, selain mendapat getaran mesin itu sendiri, mesin - mesin diesel kapal juga mendapatkan getaran perlawanan dari luar, karena guncangan dari badan kapal yang diterpa ombak laut. Terjangan ombak yang begitu dahsyat terhadap badan kapal bisa membuat mesin mengalami kemiringan sampai sekitar 60 derajat. Bila hal ini terjadi bisa mengakibatkan mesin mengalami, sebagai berikut :

1. Tekanan lub. oil akan mengalami kekosongan ( hampa ), bila hal ini terjadi, maka tekanan lub. oil akan menurun ( lub. oil low pressure ), mesin akan mati secara mendadak ( Shutdown immediately ), atau mesin mengalami rusak berat ( break down ). Untuk mengantisipasi terjadinya hal - hal seperti ini, maka pada saat rancang bangun, marine engine dipasang dua buah pipa isap lub oil didepan dan dibelakang agak kekanan, atau kekiri lub oil carter engine. Sehingga bila mesin mengalami kemiringan kearah manapun dan berapa derajatpun, lub oil tetap akan terisap oleh pompa minyak lumas.Sedangkan pada mesin - mesin darat pipa isap minyak lumas cukup satu saja.
2. Buritan kapal terangkat, sehingga baling-baling terbebas dari tekanan air laut, secara logika akan terjadi putaran lebih ( over speed ) pada mesin induk, atau bisa juga terjadi kerusakan yang fatal ( break down ). Tetapi hal sudah diantisipasi oleh perancang Marine engine dengan memasang pengaman pada Governoor, agar putaran mesin tetap menyesuaikan dengan situasi dan kondisi saat itu. Alat pengaman ini dikenal dengan nama " Over Speed Trip ". Pada mesin - mesin darat tidak dilengkapi dengan peralatan ini.

III. Penempatan dan penataan ( Arrange & install )
Pemasangan dan penataan pada mesin-mesin di darat sangat simpel dan sederhana. Buat pondasi yang kokoh, rata, pasang engine mounting untuk perendam getar, bila mesin beroperasi. Install, cooling system, exhause gas system, On / Off system, memakai angin penjalan atau battery. Allignment dengan kebutuhan pemakaian, apakah untuk pembangkit atau lainnya, selesai sudah. Pada saat pembangunan kapal, yang paling sulit dan penuh kehati-hatian adalah pem buatan pondasi mesin, terutama mesin induk, tidak cukup dengan rata saja, tetapi harus memperhitung semua yang berkaitan dengan mesin tersebut. Harus memperhitungkan titik berat kapal, kelurusan dengan gear box, propulsion, momen - momen yang kemungkinan akan terjadi saat kapal telah beroperasi, dan pengendalian mesin untuk kebutuhan manouvering. Apalagi, bila kapal tersebut memakai dua mesin ( twin engine ).
Ini semua belum termasuk, pengoperasian, perawatan dan perbaikan, bila kapal telah dapat dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya. Jadi, wajarlah bila engineer - engineer kapal ada yang setara dengan S2

Sumber: Adonis - http://www.indonesianship.com/depan-isi2.asp?id=1278

10 komentar:

  1. Salam kenal,
    menarik sekali blog bapak ini.
    saya juga tertarik dengan Naval Archtect.
    kalau saya tidak salah tebak anda adalah seorang surveyor.

    mohon maaf apabila ada kesalahan.
    terima kasih.

    salam,
    maba

    BalasHapus
  2. Salam kenal kembali Pak Maba.
    Iya Pak, saya memang surveyor tetapi sekarang lebih banyak dikantor.. makanya ada kesempatan untuk sekedar corat-coret.

    Terima kasih
    Zakky

    BalasHapus
  3. salam kenal pak, saya seorang pelaut yang ingin maju.....profesional dalam bekerja...kalo boleh saya nanya dimana saya bisa mendapatkan simulasi mesin kapal,mungkin bapak bisa bantu..thks

    BalasHapus
  4. postingan yang sangat menarik,terperinci,
    saya mau nanya.apaprinsip kerja dari mesin diesel darat dan mesin diesel kapal sama aja????
    mohon pencerahannya

    BalasHapus
  5. Hallo, blogwalking,..salam kenal,..boleh copy paste artikelnya?
    untuk tambahan ilmu bagi saya yang baru bergabung di "arena' Shipyard,..I follow you,..follow me please...

    BalasHapus
  6. Mohon maaf sebelumnya untuk semua, saya baru sempat reply comment Bapak-2:
    @pelaut indonesia, salam kenal juga Pak. Mohon maaf saya kurang referensi untuk simulasi mesin kapal. Tetapi kalau tidak salah Fak Teknologi Kelautan ITS Surabaya punya lab untuk marine system ini.

    @ Pak M.Wahyudin: sependek pengetahuan saya (terus terang latar belakang saya sbg naval architect shg knowledge ttg merine engineering sangat terbatas) tapi secara prinsip kedua jenis diesel tersebut sama, mereka memakai pembakaran akibat kompresi di ruang bakarnya. perbedaan design dari marine vs land use diesel lebih kepada kondisi operasi diesel engine di laut yang lebih ekstrim baik dari lingkungan udara yng lebih bergaram serta akibat olah gerak kapal mensyaratkan disel harus mampu tetap bekerja pada kondisi extremly uneven. sehingga material & designya ada perbedaan

    @DKB Batam.. silahkan diambil, gak ada patent kok..

    BalasHapus
  7. ciri2 orang mesin...disiplin, teliti, dan mau bekerja keras.

    BalasHapus
  8. jadi pak,, kalau mesin kapal selam menggunakan mesin diesel juga ?? dan apakah prinsip kerja nya sama dengan kapal laut ?

    terima kasih,

    BalasHapus
  9. salam kenal,
    saya tertarik tentang mesin diesel kapal&mesin diesel darat...
    apakah mesin diesel kapal&mesin diesel darat sama cara kerjanya..??
    apakah sama pak..?

    terima kasih pak.

    balas

    BalasHapus
  10. Sekedar sharing.
    @vanderground. Setahu sy,kalau kapal selam mengandalkan tenaga bateray/AKI. Tapi kapal selam tetap punya mesin diesel.
    Mesin diesel di kapal selam di pakai buar nge_charger AKI kalau kapal naik ke permukaan.
    Itu si ƴƍ sy tahu,kalau da kesalahan,sy mohon maaf lebih dulu.
    Makasih.

    BalasHapus